Selasa, 03 Januari 2012

Curhat ku tentang sii dia.. ( F )
  Malam ini aku pengen curhat dengan kamu Mb.hari ini ak kesel banget sama si F.Tau gak,kenapa aku kesel sama dia?
gini ceritanya,tadi sore,sekitar jam 17.15 aku baru pulang kuliah,ntah kenapa tubuhku tergerak untuk mengambil si MNb ,,setelah on,aku langsung buka Fb ku.dan mulai la searching fb my F"..
1....2....3.....yap...terbukalah tampilan fb nya.mata ku langsung tertuju dengan status di fb nya itu.
"diam bukan berarti tidak tahu, hanya saja ingin menguji seberapa besar kejujuran itu telah ada"
terlintas dibenakku,,"iNi kalimat maksudnya apa?"


  Tanpa berpikir panjang,,ku ambil telpon genggam ku,dan ku langsung menghubunginya.awal pembicaran,seperti biasanya ku menanyakan dia lg ngapain,,lg ma siapa? sudah mandi ataukah belum.ya bgitulah.
singkat cerita,,ku langsung mengajukan ketopik utamanya,
"ynk,maksud status fb kamu itu apa?"
"gak ada apa.apa " suara yang lembut tanpa beban...
"(AKU) hmm,,,kmu bohong y saayanggg"
"g,bneran deh gak ada apa.apa...
(AKU)" aku merasakan skali ynk,,kalau kata demi kata yang kamu tulis di fb ada makna tertentu yang akan kamu tujukan ke seseorang."


=**Dia slalu membantah ucapan ku dan tidak mengaku,padahal aku sangat yakin pasti ada alasan tertentu kenapa dia menulis itu smua,stiap aku bertanya,jawaban nya selalu begitu.bahkan dia tertawa ringan pada saat itu*seolah.olah ingin mununjukkan tidak ada alasan khusus dia membuat itu smua.padanyal,,di dalam benakku,,dia membuat itu smua  karna menganggap aku telah mendustainya dan tidak pernah jujur padanya!!
*aku tidak bodoh ( dalam hati ku )
ddduarrrrrzzz......*emosi ku meledak !!


akhir pembicaaan Kukatakan padanya kalau aku percaya padanya,, TAPI,jikalau aku mengetahui jawaaban nya  itu berbohong,Aku tidak akan memaavkannya.*rada mengancam !!
"jgn donk sayang,,segitu nya amat.kayag aku buat kesalahan besar saja" *tampak tak menerima..
Singkat cerita ,,aku langsung mematikan telfon.dan dia kembali menelfonku.
*Tag akan ku angkat !!
sms pun masuk.
dia pun kebali menelpon ku,*lupa berapa kalinya.
akhirnya ku angkatlah telepon dari nya,kami berbincang2 dann aku slalu menjawab penjelasan darinya.*dengan nada lantang dan penuh emosi.
pembelaan terhadap dirinya dia tujukan kepadaku.
seolah tak perduli,,ku selalu membantah nya.aku menganggap itu semua hanya alasan semata.
namun,,setelah aku pikir.pikir maslah ini tag kan kunjung selesai kalau aku selalu begini dan memojokinya.apalagi,,alasan dan penjelasan nya cukup rasional bagiku.
akhirnya,,setelah lama ku berpikir,,,aku pun memaafkan nya.

Oke teman q smua,,kesimpulannya....dalam sebuah hubungan,,baiknya kalau kita jujur kepada pasangan kita sendiri.tag ada gunanya membohongi perasaan sendiri.saling percaya adalah pondasi dalam suatu hubungan.jangan pernah menyianyiakan apa yang tlah kita punya.apa yang tlah kita miliki saat ini,itu adalah hal yang terbaik yang diberi tuhan kepada kita.syukurilah smua itu.dan jangan lupa untuk selalu positif thinking terhdap segala sesuatu.dan jangan pernah mengambl keputusan dengan hati yang panas,,tapi pikir lah dengan matang dahulu agar tidak mengambil keputusan yang gegabah dan akan menimbulkan penyesalan mendalam nantinya.

ASUHAN PERSALINAN NORMAL

Ujian udah deket,tapi langkah-langkah APN Blum hafal jugak.sebenernya APN itu tidak dihafal,tapi dipahami.tapi gak ada salahnya temen semua tau sedikit cara untuk memudahkan kita semua ujian APN nanti .yuk kita liat...
Cara mudah menghafal 58 langkah APN :


1.     doran teknus perjol vulka

2.     siap alat siap diri

3.     celmek

4.     cuci

5.     sarung

6.     oksi

7.     bersih

8.     PD

9.     celup

10.   DJJ

11.   siap

12.   dan keluarga

13.   pimpin

14.   atur posisi

15.   handuk

16.   bokong

17.   buka

18.   sarung

19.   kepala

20.  cek liitan

21.   tunggu

22.  biparietal

23.  sanggah

24.  susur

25.  nilai

26.  keringkan

27.  pastikan

28.  beritahu

29.  suntik

30.  jepit

31.   potong

32.  ikat

33.  hangatkan

34.  pindahkan

35.  regangkan

36.  kontraksi

37.  dorsokranial

38.  lahirkan

39.  masase

40.  cek kotiledon

41.   cek laserasi

42.  pastikan

43.  kontak

44.  ukur

45.  suntikan

46.  pemantauan

47.  ajarkan

48.  evaluasi

49.  TTV

50.  periksa bayi

51.   dekontaminasi

52.  buang sampah

53.  bersihkan ibu

54.  pastikan ibu nyaman

55.  dekontaminasi tempat

56.  rendam

57.  cuci tangan

58.  pendokumentasian


Nah dari setiap langkah itu,penjelasan nya yang sesungguhnya adalah seperti ini :
1. kenali adanya tanda dan gejala kala II

2. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml ke dalam wadah partus set.

3. Memakai celemek plastik.

4. Memastikan lengan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dgn sabun & air mengalir.

5. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam.

6. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set.

7. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan vulva ke perineum.

8. Melakukan pemeriksaan dalam - pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah.

9. Mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%, membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%.

10. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam batas normal (120 – 160 x/menit).

11. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran.

12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman.

13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.

14. Menganjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.

15. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm.

16. Meletakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu

17. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan

18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.

19. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 – 6 cm, memasang handuk bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu.

20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin

21. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan.

22. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Menganjurkan kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.

23. Setelah bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas.

24. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin 
untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin)

25. Melakukan penilaian selintas :
a. Apakah bayi menangi kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan?
b. Apakah bayi bergerak aktif ?

26. Mengeringkan tubuh bayi nulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering. Membiarkan bayi atas perut ibu.

27. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.

28. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik.

29. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin).

30. Setelah 2 menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama.

31. Dengan satu tangan. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi), dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut.

32. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya.

33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi.

34. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva

35. Meletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.

36. Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah doroskrainal. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur.

37. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial).

38. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban.

39. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras)

40. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap, dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia.
41. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Melakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.

42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

43. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam.

44. Setelah satu jam, lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin K1 1 mg intramaskuler di paha kiri anterolateral.

45. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral.
46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam.

47. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.

48. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

49. Memeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.

50. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik.

51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi.

52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.

53. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. Membersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering.

54. Memastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum.

55. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.

56. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5% melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%

57. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

58. Melengkapi partograf.


 Smoga apa yang sudah aku buat bisa membantu kalian semua yah teman :)